Setting PKM



LATAR BELAKANG PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

PENGERTIAN
PkM merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya pada masyarakat baik secara pribadi maupun secara kelembagaan melalui metodologi ilmiah sebagai penyebaran Tri Dharma Perguruan Tinggi serta tanggung jawab yang luhur dalam mengembangkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan tercapainya tujuan pembangunan nasional.

TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah:
Ø  Bertambahnya kecepatan peningkatan SDM sesuai dengan laju pertumbuhan pembangunan.
Ø  Terbinanya masyarakat yang harmonis serta dinamis yang siap menempuh perubahan-perubahan menuju perbaikan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai sosial budaya dan norma-norma yang berlaku.
Ø  Bertambahnya kecepatan pembinaan institusi dan profesi masyarakat sesuai dengan laju pertumbuhan proses modernisasi dalam kehidupan masyarakat itu sendiri.
Ø  Memperoleh umpan balik dan masukan bagi STIT Raden Wijaya dalam meningkatkan relevansi pendidikan, diperlukan adanya ahli-ahli yang memiliki kemampuan secara interdisipliner dan multidisipliner.

SASARAN
·         Masyarakat luar kampus yang memerlukan bantuan dan petunjuk untuk meningkatkan kemampuan dalam pemecahan masalah untuk menunjang pembangunan.
·         Masyarakat pendidikan khusus, yang sesuai dengan prioritas dalam bidang sains, kependudukan dan lingkungan hidup, serta lembaga pendidikan dan lembaga masyarakat yang memerlukan pembinaan dan pengembangan secara khusus.

RUANG LINGKUP
v  Pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni menjadi produk yang secara langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
v  Penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya menjadi produk yang perlu diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Usaha ini dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti memberikan penyuluhan, menyediakan percontohan, memperagakan, dan menerbitkan media publikasi.
v  Penempatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara benar dan tepat sesuai dengan situasi masyarakat dan tuntutan pembangunan.
v  Pemberian bantuan kepada masyarakat dalam mengidentifikasi masalah yang dihadapi serta mencari alternatif pemecahannya dengan mempergunakan pendekatan ilmiah.
v  Pemberian jasa pelayanan profesional kepada masyarakat dalam berbagai bidang permasalahan yang memerlukan penanganan secara cermat dengan menggunakan keahlian dan keterampilan yang belum dimiliki oleh masyarakat yang bersangkutan.

BENTUK KEGIATAN
a. Pendidikan Pada Masyarakat
Kegiatan pendidikan pada masyarakat dapat berbentuk pendidikan nonformal dalam rangka pendidikan kesinambungan (contuining education). Pelaksanaan dapat dilakukan dalam berbagai jenis, baik yang bersertifikat maupun yang tidak. Jenis-jenis program pengabdian pada masyarakat meliputi penataan, lokakarya, kursus-kursus, penyuluhan-penyuluhan, kampanye, publikasi-publikasi, proyek-proyek, percontihan, dan demonstrasi seperti pameran.
b. Pelayanan Pada Masyarakat
Pelayanan pada masyarakat di sini ialah pemberian pelayanan secara profesional oleh perguruan tinggi kepada masyarakat yang memerlukannya. Pelayanan profesional yang dimaksud, bukan penelitian ilmiah tetapi lebih berupa pekerjaan rutin yang penanganannya perlu oleh tenaga profesional.
Jenis-jenis program pengabdian pada masyarakat yang termasuk dalam bentuk pelayanan pada masyarakat meliputi konsultasi , bimbingan karier, pelayanan olah raga, pembinaan kesadaran terhadap lingkungan hidup, pembinaan koperasi, pembinaan kewiraswastaan dan sumber daya, pelayanan rintisan dalam bentuk-bentuk keahlian khusus dan sejenisnya.

c. Pelayanan Pada Masyarakat pasca KKN
KKN merupakan bentuk kegiatan pada masyarakat yang bersifat khusus karena dalam KKN dharma pendidikan dan penelitian dipadukan ke dalamnya serta melibatkan sejumlah mahasiswa dan staf pengajar yang banyak. Jenis-jenis program pengabdian pada masyarakat yang termasuk dalam bentuk program KKN meliputi bidang kewiraswastaan (ekonomi), sarana dan prasarana, produksi, pendidikan, sosial budaya, akuntansi dan kependudukan. Adapun pasca kegiatan KKN masyarakat masih memerlukan keberlanjutan pemberdayaannya (melalui permintaan resmi), maka STIT Raden Wijaya Wajib melaksanakannya melalui Dosen dan/atau mahasiswa.
Contoh kegiatan ini adalah: Saat Kegiatan KKN, Dosen dan/atau mahasiswa membuat suatu lembaga untuk masyarakat tersebut, maka keberlanjutan pembinaan dan pengembangannya menjadi tanggung jawab STIT Raden Wijaya melalui Dosen dan/atau mahasiswa. Seperti Pendirian Koperasi yang memerlukan kepengurusan dari Unsur STIT Raden Wijaya, Pendirian TPQ yang memerlukan ustadz dari Unsur STIT Raden Wijaya dan banyak contoh konkrit lainnya.

d. Pengembangan Wilayah Secara Terpadu

Pengembangan wilayah secara terpadu merupakan bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat yang menghasilkan konsep atau pola perencanaan pembangunan wilayah secara terpadu dan bersifat komprehensif yang secara langsung menunjang proses pembangunan. Untuk melaksanakan kegiatan semacam ini STIT Raden Wijaya memiliki ahli yang telah memiliki ilmu pengetahuan secara baik, dan dapat menghimpun berbagai ahli untuk bekerja sama secara baik, dan bekerja sama secara interdisipliner dan multidisipliner.
Jenis-jenis program pengembangan wilayah secara terpadu yaitu kerjasama antara STIT Raden Wijaya dengan pemerintah daerah dalam rangka perumusan masalah pembangunan, kerjasama antara STIT Raden Wijaya dengan pemerintah daerah dalam memecahkan masalah-masalah pembangunan secara komprehensif dalam kegiatan-kegiatan nyata, kerjasama nyata, kerjasama dalam membina masyarakat pedesaan.

e. Pengembangan Hasil Penelitian
Karena semua hasil penelitian terjadi dalam bentuk yang siap untuk dilaksanakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, perlu ada upaya-upaya untuk mengembangkan hasil penelitian tersebut menjadi produk baru yang lebih siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Produk hasil pengembangan itu dapat berupa pengetahuan terapan atau teknologi yang siap pakai dan hasilnya dirasakan oleh masyarakat pemakai.
Jenis-jenis program pengabdian pada masyarakat yang berbentuk program pengembangan hasil penelitian meliputi program kaji tindak atau action research, program yang dikembangkan dari hasil penelitian sehingga menghasilkan produk baru yang berupa pengetahuan terapan, atau teknologi dan seni siap pakai.

No comments: